Labbaik Allahumma Labbaik..


Assalamu’alaikum bloggers,

          Akhirnya masa-masa ujian bagi anak kuliah sudah selesai, sekarang saatnya saya kembali ke dunia blog dan share pengalaman saya lagi. Sesuai janji saya di postingan saya sebelumnya (re:Paris, je suis en amour), kali ini saya akan membuat postingan tentang pengalaman saya waktu umrah atau berziarah ke tanah suci bersama kedua orang tua saya. Disini juga nanti kalian bisa melihat beberapa tempat yang sering dikunjungi umat muslim saat berziarah ke tanah suci tersebut (baik umrah maupun naik haji).

             Baiklah dalam rukun islam yang terakhir, umat muslim diwajibkan untuk menunaikan ibadah haji (bagi yang mampu). Selain ibadah haji, ada juga yang disebut dengan umrah yang pengertian dan pelaksanaannya lebih sederhana dibanding haji. Umrah dan haji memang sama-sama berziarah ke tanah suci yaitu ke Baitullah yang berada di Mekkah, namun perjuangan umrah tidaklah sebanding dengan menunaikan haji, seperti yang kita ketahui bahwa haji lebih berat dibanding umrah. Jelaslah, umrah lebih banyak ziarah mengunjungi tempat-tempat bersejarah, sedangkan haji memiliki kelebihan yaitu selain berziarah juga, haji benar-benar lebih fokus pada ibadahnya (bukan berarti umrah tidak focus ya).  Perbedaan mendasar antara haji dan umrah ialah disaat pelaksanaan umrah, kita tidak perlu melaksanakan pelemparan jumrah, tapi kita tetap melaksanakan yang disebut tawaf dan sa’i.

        Cara pergi atau biasanya urutan pergi antara umrah dan hajipun sama. Ada 2 pilihan, yang pertama yaitu kita langsung menunaikan ibadah kita di Mekkah lalu baru ke Madinah, dan yang kedua, kita berziarah ke Madinah terlebih dahulu baru dari situ ke Mekkah.

             Alhamdulillah, tercatat waktu itu mulai tanggal 20 Juni 2010-1 Juli 2010 saya telah diberangkatkan umrah oleh kedua orang tua saya. Alhamdulillah mereka berduapun sudah melaksanakan ibadah haji, dan saat itu mereka berdua memberikan hadiah dengan memberangkatkan saya umrah bersama mereka dalam rangka mensyukuri kelulusan saya dari tingkat SMA (karena saat itu memang musim kelulusan bagi anak sekolah). Keberangkatan saya waktu itu dari Bandara Soekarno-Hatta dengan tujuan perjalanan ke Madinah terlebih dahulu baru ke Mekkah. Saya beserta kedua orang tua diantar oleh mas (kakak pertama) dan abang saya (kakak kedua), kebetulan kakak ketiga saya kuliah di Semarang jadi tidak bisa ikut mengantar.

Inilah suasana Bandara Soekarno-Hatta saat itu..

           Setibanya di Arab Saudi, pesawat kami landing di Bandara internasional King Abdul Aziz yang berada di Jeddah. Bila di Indonesia, Jeddah seperti kota Jakarta, Jeddah kota yang sudah go International, dan bukan merupakan kota Harram (karena Jeddah bukanlah kota suci, jadi kehidupannya sama seperti kita di sini, bebas). Karena kami tiba masih dini hari, kalau tidak salah ingat, tiba kurang lebih sekitar pukul 2 atau 3 dini hari waktu Saudi bagian Jeddah (haha). Perbedaan waktu antara Arab Saudi dan Indonesia ialah 4 jam lebih dulu Indonesia. Lalu kami menunggu Adzan Subuh dan setelah itu kami langsung pergi ke keluar mencari sarapan ke kedai kebab di daerah sekitar situ.

               Hmm, saya juga sebenarnya sudah tidak terlalu ingat urutan ziarah waktu itu, tapi dengan bantuan foto-foto yang saya abadikan di sana saya terbantu untuk kembali mengingatnya (karena ada keterangan waktu di foto tersebut). Tapi mungkin tidak semua foto bisa saya share kepada kalian, karena terlalu banyak jadi saya ambil perjalanan yang intinya saja ya.

             Seperti cerita awal keberangkatan saya tadi, kami tiba langsung sarapan kemudian menuju Madinah dan istirahat sejenak di hotel sekitar Masjid Nabawi yang sangat terkenal dan sangat bersejarah karena terdapat makam Nabi di dalamnya. Bisa kalian lihat inilah tampilan luar dan dalam Masjid Nabawi saat itu.

          Subhanallah ya, perlu kalian ketahui juga bahwa Masjid Nabawi ini Masjid terbesar ke-2 di dunia, setelah Masjidil Harram yang menempati urutan pertama. Oiya ini nih yang yang membuat Masjid Nabawi menjadi Masjid bersejarah, karena terdapat makam Nabi dan mimbar tempat Nabi berdakwah pada zamannya.

         Foto ini diambil oleh papa saya, saya tidak terlalu paham bagaimana papa bisa lolos membawa kamera ke dalam, karena untuk kaum akhwat, sebelum masuk Masjidnya pun ada laskar yang memeriksa seluruh tubuh kami dan menyita semua barang yang berbahaya dan kamera. Padahal, sewaktu berkunjung ke dalam makam Nabi pun kaum akhwat tidak bisa melihat secara langsung bahkan tidak boleh masuk, itu khusus kaum ikhwan katanya, jadi kami hanya diperbolehkan masuk sampai batas semacam dinding dan dikabarkan bahwa dibalik dinding tersbut adalah makam Nabi, jadi kami langsung disuruh solat, shalawat, dan berdoa di situ.

        Cukup ya untuk Masjid Nabawi, karena terlalu banyak cerita saya sendiri jadi bingung ingin menceritakan yang mana. Kita lanjut saja ziarahnya ke Masjid Quba yang berada dimana ya? Tepatnya saya lupa, tapi masih ada di daerah Madinah. Ini Masjidnya.

        Tidak terlalu banyak cerita tentang Masjid Quba ini, karena di sini kami hanya solat, berkeliling disekitarnya. Lanjut lagi yah, setelah dari Masjid ini, kita berziarah ke kebun kurma. Naah ini nih tempat yang paling disenangi anak-anak haha, sayangnya saya lupa untuk mengabadikan kebunnya karena sudah terlalu girang melihat toko sebelahnya yang menjual berbagai macam coklat. Ya coklat dari Arab terkenal dengan berbagai isi, tapi yang paling populer ya berisi kurma, makanya adanya di dekat kebun kurma. Ini tokonya..

        Di toko ini melayani pembelian dengan mata uang apa saja, dan yang lebih uniknya lagi, para pengunjung diperbolehkan untuk menyicipi coklat sepuasnya sampai mimisan katanya haha, jadi ya tidak heran kalo keluar dari toko itu para pengunjung membawa bungkusan tapi belum tentu membeli, yang dibawa itu coklat yang ingin dicicipi.

        Okee setelah dari kebun kurma kita mengunjungi pabrik dan toko Al-Quran terbesar yang mengekspor Al-quran ke seluruh dunia. Ini nih tokonya..

        Hmm, kami kaum akhwat hanya bisa masuk ke dalam tokonya, dan dilarang masuk ke pabrik melihat proses pembuatan Al-Qurannya karena ya nasib wanita yang takutnya sedang tidak suci atau sedang haid. Sedangkan kaum ikhwan diperbolehkan masuk ke pabriknya bahkan setiap keluar dari pabriknya selalu diberikan buah tangan masing-masing sebuah Al-Quran yang disesuaikan dengan umur. Maksudnya umur disini, dilihat apakah orang tersebut masih muda atau sudah tua, kalau dia masih muda maka akan diberikan Al-Quran yang kecil karena dipercaya dia masih bisa membaca dengan jelas, tapi kalau seperti papa saya yang sudah berumur kepala 5, akan diberikan Al-Quran yang besar agar bisa jelas membacanya.

        Untuk para muslim pasti  kenal atau pernah dengar sebuah kejadian yang disebut perang Uhud kan? Nah ini nih tempatnya, tapi saya ceritakan dulu sedikit sejarahnya, perang tersebut dinamakan Uhud karena memang berlangsung di atas bukit Uhud. Saat itu pasukan umat muslim memang jumlahnya lebih sedikit dibanding kaum kafir, tapi jumlah tidak menjadikan halangan untuk kemenangan umat muslim. Perang ini menggunakan panah. Kalau tidak salah, Bukit Uhud lah yang digunakan umat muslim untuk berlindung dan ada sebuah bukit lagi yang bernama bukit Rumat yaitu tempat para pasukan pemanah. Sekarang di dekat kedua bukit ini juga tersedia makam pasukan muslim yang gugur saat perang tersebut, dan sebenarnya ada larangan untuk menaiki kedua bukit tersebut, tapi saya lupa bukit yang ada di belakang saya ini namanya bukit apa (kok malah banyak yang naik ya? -___-).

        Lihat deh foto saya yang berada di depan makam dan di belakang saya ada papan yang berbahasa Indonesia, hebat ya Indonesia sudah sangat terkenal di sana, kabarnya sih itu karena presiden pertama kita yang dulu sering berkunjung ke sana, jadi diabadikanlah bahasa Indonesia di sana, nanti kalau kalian berkunjung ke Arab jangan heran kalau banyak warga sana yang sudah lancar berbahasa Indonesia.

Sudah capek belum? Jangan capek dulu ya, perjalanan kita masih panjang ini…

        Sekarang kita ke Magnet Bumi yuk. Ini nih tempat yang baru-baru ditemukan saat itu, mungkin sekarang ada juga yang baru tahu ya kalo magnet bumi terdapat di Arab Saudi. Uniknya tempat ini yaitu saat mengendarai mobil mengikuti jalanan yang ada di sana, mesin mobil tidak dinyalakan tetapi mobil bisa melaju sangat kencang, kebalikannya saat ingin meninggalkan tempat itu, waktu itu saya melihat dengan mata saya sendiri speedometer bus yang kami tumpangi kecepatannya mencapai 100 km/jam namun mobil hanya bergeser pelan-pelan dan supir pun sampai bertasbih, dzikir, takbir, semuanya disebut karena sangking lelah dan beratnya dia menginjak gas.

        Di sekitar magnet bumi hanya terdapat gurun-gurun dan pasir, sepanjang perjalanan di sana saya tidak melihat adanya warga lain yang sedang berkunjung kesitu, namun ketika bus kami berhenti dan kami keluar, angin di sana sangat kencang dan tiba-tiba ada tukang eskrim yang keliling dan tiba-tiba ada tukang kebersihan yang memunguti entahlah apa yang mau dipunguti di sana.

Berhubung kami haus sekali, jadi saya dan papa membeli eskrim tersebut. Papa saya juga orangnya sangat pengasih, beliau memberikan sedekah kepada kedua orang tersebut masing-masing 5 R (kalau tidak salah ingat). namun inilah yang saya suka dengan orang sana yang jujur, mereka menolak dan berkata mereka telah digaji dan mendapatkan subsidi dari raja mereka. Namun kalau kita sudah berkata “halal” kepada mereka baru mereka mau menerima. Bedanya dengan pengemis di sana, mereka memang meminta, tapi hanya 1 R yang mereka minta, kalau kita kasih lebih, maka akan dikembalikannya, dan saat kita berkata “halal” baru mereka ambil.

Saya rangkum saja ya ziarah kita di Madinah, sekarang ayo ikut perjalanan menuju Makkah Al-Mukaramah, ini nih batas masuk kota suci nya.

        Kalau sudah memasuki batas kota tersebut kita harus benar-benar melaksanakan syarat-syarat berihram (*bagi yang sudah niat ihram di daerah Miqat yang ditentukan) kebetulan saat itu saya tidak ikut langsung berihram, karena kembali lagi dengan nasib wanita, saya haid padahal sebelum berangkat ke sini saya sudah konsultasi ke dokter dan minta obat agar haid saya ditunda. Tapi apa boleh buat walaupun sudah minum obatnya tetap saja takdir Allah yang satu ini tidak bisa dihindari. Tadinya papa sudah ikhlas, kalau saya tidak bisa berumrah sekarang, tahun depan saya mau diberangkatkan lagi, untungnya yang 1 kelompok dengan kami ada bidan, dan dia bawa obat untuk menunda haid, jadi saya minum obatnya dan haid sayapun berhenti (serius, saat itu saya baru tahu kalau haid pun bisa dimanipulasi). Jadi saat itu papa melaksanakan 2 kali Umrah, yang pertama papa menemani mama, dan setelah saya berhenti haid, kami berdua kembali ke tempat Miqat dan berniat ihram lagi.

        Nah, perjalanan dari Madinah ke Mekkah lumayan jauh, kalau tidak salah ingat sekitar 70 Km. Sambil jalan menuju Mekkah tepatnya Ka’bah nya/Baitullah, kami juga masih berziarah ke tempat yang bisa kami kunjungi. Kami ingin mengunjungi Jabbal Rahmah atau yang terkenal dengan tempat pertemuan Adam dan Hawa.

        Ada cerita lucu saat saya disini, saya mengajak papa untuk naik sampai ke atas, tapi papa menolak dan dia balik berkata “enggak ah, itu kan tempat orang berdoa buat nyari jodoh dek, entar kalo papa naik lagi terus papa dapet jodoh lagi gimana? Kan repot, ade aja sana naik”. Ya akhirnya saya pun nggak naik ke atas, takut lah kalau sendirian.

        Jadi jika kita berhasil naik sampai ke atas Jabbal Rahmah dan berdoa di depan tugu putih tersebut dipercaya kalau doa kita akan dijabbah Allah S.W.T. terutama jika doa meminta jodoh.

        Setelah dari Jabbal Rahmah, kami melanjutkan perjalanan, dan kami melewati beberapa tempat bersejarah lainnya, antara lain Jabbal Nur (atau yang di kenal sebagai Gua Hira), lalu pemandu kelompok kami pun juga menunjukkan istana kerajaan Arab Saudi yang terletak di atas bukit, dan kami melewati beberapa tempat yang biasanya disinggahi para jema’ah haji, mulai dari Minna (tempat bermalam dan mengumpulkan kerikil) dan Arafah (tempat melempar Jumrah).

        Lalu kami mengunjungi sebuah museum yang berisikan benda-benda bersejarah mengenai Ka’bah dari zaman Ka’bah dibuat, dan di dalamnya disimpan semua (apa ya sebutannya?? Cover apa baju? Saya sebut baju aja deh ya) baju Ka’bah yang kampau-lampau. Kabarnya, Ka’bah selalu ganti baju setiap tahun haji, dan itu selalu baru. Masih banyak lagi yang ada dalam museum tersebut, mulai dari pintu Ka’bah, sampai sumur air zam-zam yang pertama kali.

Sayangnya saya tidak bisa menampilkan semuanya.

        Baiklah sekarang saatnya menyaksikan saya Umrah (loh?) urutan Umrah itu diawali dengan Tawaf yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, solat dibelakang makam Nabi Ibrahim, lalu disusul dengan Sa’I yaitu lari-lari kecil dari bukit Safa ke bukit Marwah, dan terakhir Tahalul atau potong rambut (sunnahnya sih kalo ikhwan dibotakin).

        Alhamdulillah, mungkin itu saja inti dari perjalanan ziarah saya ke kota suci. Tapi terakhir ini saya masih mau berbagi beberapa gambar yang bisa kalian lihat, mulai dari gedung-gedung sekitar Masjidil Harram, persediaan air zam-zam yang ada di dalam Masjidil Harram, tempat penyimpanan sepatu, sampai ada foto saya sendiri loh (haha).

                                                           

           Saat itu, sekitar Ka’bah sedang tidak rapi, alias lagi ada proyek pembangunan dari Saudi bin Laden. Kabarnya suasana Ka’bah akan di rombak, dimana nanti lalu lintas akan berada di bawah, dan bangunan di sekitar Masjidil Harram akan diratakan, jadi nanti hotel-hotel akan ada di atas dan jika kita dari lalu lintas yang ada di bawah ingin masuk ke Masjidil Harram akan disediakan lift. Tapi saya juga tidak tahu pastinya nanti akan menjadi seperti apa, kunjungi saja 5 tahun lagi, mungkin proyek besar itu sudah selesai.


        Oiya ada sebuah masjid lagi yang kami lewati saat perjalanan pulang, namanya masjid Qishas. Mungkin yang muslim sudah tak asing dengan hukum Qishas ya, nah di masjid inilah dilaksanakan hukuman itu, kalau tidak salah dibuka hanya setiap solat jumat, setelah itu baru lah acara pemenggalan orang-orang yang melakukan perbuatan zalim (merampok, membunuh, dan lainnya).

        Yang saya dapatkan dari perjalanan ini cukup banyak, antara lain saya mendapatkan panggilan siti rahmah dari para warga sekitar (laskar maupun pedagang yang ada di sana), haha jujur ya saya berangkat ke sana tanpa bimbingan khusus belajar bahasa arab, di sana saya hanya meniru gaya papa kalau sedang berbelanja, jadi ketika saya hanya berbelanja berdua dengan mama (ya bisa dibilang mama saya sangat tidak lancar berbahasa Inggris bahkan bahasa di luar Indonesia) jadi saat mama berbelanja, saya yang menanyakan harganya bahkan sampai saya yang menawarnya, selama saya masih paham bahasa Arab yang beliau lontarkan, saya balas dengan Arab lagi (ngikutin gaya papa), tapi kalau sayapun sudah kelimpungan dan give up, saya katakana “in English please” haha.

        Tapi tidak semua pedagang berbahasa Arab kok, ada juga yang sudah bisa berbahasa Indonesia (seperti yang saya ceritakan sebelumnya). Setelah itu, di sana juga saya temukan warga yang ramah, bagi yang kenal saya mungkin tahu kalau kelemahan saya ialah saat menyebrang jalan, tapi saat saya berada di Madinah dan menggandeng mama untuk menyebrang menuju Masjid Nabawi, suasana ramai, tapi ada mobil yang mau berhenti langsung mengeluarkan kepala lewat jendela dan mempersilahkan dengan tangannya sambill berkata (saya lupa bahasa Arabnya apa, tapi kalau diartikan jadi seperti ini–>) “Hamba Allah silahkan duluan”.

        Setiap waktu adzan semua toko di sana pun tutup, dengan alasan mereka takut kalau tidak menutup toko dan solat, tidak ada yang mau belanja di tempatnya, dan semua pedagang kafir diusir dari situ (maklumlah namanya kota Harram, harus suci beneran).

        Terakhir, yang paling klimaks, pengalaman saya dari sini ialah Alhamdulillah saya telah menjadi saksi kedua kota suci yang dirumorkan bahwa kelak hanyalah kedua kota tersebut yang tidak didatangi dajjal. Kalian saudaraku sesama muslim juga pasti mau kan jadi saksinya? Tetap semangat dan usaha ya agar itu tercapai😀

        Syukron (jazzakumullah/jazzakillah) saudaraku, dan para bloggers yang sudah bersedia baca perjalanan Umrah saya ini, jangan bosan untuk mengunjungi blog saya ya…

see you, wassalamualaikum😀

4 thoughts on “Labbaik Allahumma Labbaik..

  1. iya makasih ya sudah berkunjung ke blog ini.
    iya perempuan nggak boleh masuk pabriknya dikhawatirkan dalam keadaan nggak suci (haid), tapi kalo masuk ke tokonya boleh kok, bisa dilihat lagi ada foto tokonya, kebetulan itu pusat penjualannya, dan pabriknya disekitar situ juga tinggal jalan kaki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s