INDONESIAN IDOL 2012


       Hey bloggers, kita ketemu lagi deh..Kali ini saya mau berbagi cerita pengalaman saya lagi nih. Ya kalau dilihat dari judul postingannya, udah pada bisa nebak dong kira-kira pengalaman apa yang mau saya share sama kalian??

           Sekarang siapa sih yang nggak tahu ajang pencarian bakat bernama “indonesian idol” yang bekerja sama dengan FremantleMedia dan sekarang mulai ditayangkan kembali di salah satu stasiun tv yaitu rajawali citra televisi (RCTI).
            Ajang pencarian bakat tersebut berkecimpungan dalam bidang menyanyi, nah kebetulan saya suka bernyanyi, yah bisa dibilang hobi malah walaupun suara saya juga tidak terlalu bagus, karena saya hanya bisa bernyanyi dan bukan jago bernyanyi, yang jago bernyanyi itu mama dan papa saya, karena dulu sejarahnya mama mengikuti kontes “bintang radio” namanya, mungkin para bloggers yang sudah lahir pada zaman mama saya itu kenal dengan kontes itu, nah di kontes itu sebenarnya mama lolos bersama penyanyi papan atas zaman itu seperti rafika duri, marvey (dan siapa lagi ya saya lupa). Andaikan mama melanjutkan bakatnya itu mungkin beliau akan terkenal seperti mereka, tapi sayangnya oma (ibunya mama) nggak mengizinkan mama untuk berkecimpung di dunia seperti itu .
            Sedangkan sejarah papa, dulu beliau memang artis kafe alias menyanyi dari kafe ke kafe, beliau memang banyak punya kerabat artis dan band yg terkenal masa itu, salah satunya yaitu band God Bless, familiar kan namanya? Salah satu gitarisnya yang bernama Ian Antono (kalau nggak salah) itu merupakan kerabat papa. Nah papa pun punya band, dan band papa cukup laris walaupun tidak terkenal seperti God Bless (yang penting menghasilkan uang kata papa) karena sering dapat tawaran jadi home band kafe.

Okee cukup untuk flashback nya .

            Sekarang cerita tentang saya. Seperti yang kita ketahui bahwa ajang pencarian bakat tersebut mengadakan audisi di berbagai kota besar. Awalnya sungguh saya nggak punya niat sama sekali untuk mengikuti ajang tersebut, tapi dari pihak keluarga terutama mama membujuk saya agar mengikuti audisi tersebut, dan sebagian teman sayapun juga membujuk agar saya mengikuti audisi tersebut, sampai tiba deh suatu malam itu entah tangan saya melakukan apa, kebetulan saya memang sedang asik browsing, tapi tiba-tiba jari saya malah mengetik alamat website resmi dari ajang pencarian bakat tersebut, dan tiba-tiba sudah tampil di monitor laptop saya sebuah ID bertuliskan nomor peserta juga nama lengkap saya beserta kota audisi yaitu saya pilih Jakarta.
        Awalnya saya ingin menyembunyikan hal ini ke mama papa, dan saya hanya bilang ke teman-teman kalau saya sudah mendaftarkan diri, lalu ada beberapa teman saya yang terkena hasutan saya dan akhirnya mereka ikut mendaftarkan diri juga (hehe).
Saya akhirnya sering berkumpul dengan teman-teman saya yang mendaftar audisi tersebut, kita latihan bersama, karaokean, bahkan sampai mengunjungi teman yang membawa keyboard ke kosan (maklum mayoritas yang ikut anak kosan) untuk minta latihan diiringi menggunakan keyboardnya.
             Tapi semakin kesini, saya melihat semangat teman-teman yang saya pengaruhi itu malah lebih besar dibanding dengan semangat saya yang paling awal mendaftarkan diri (maklumlah emang aslinya nggak niat toh). Tapi sejauh itu saya coba agar saya bisa mem-boost up semangat saya lagi, namun apa boleh buat, sekuat tenaga saya berakting di depan mereka agar mereka lihat saya juga semangat padahal aslinya saya cuma niat daftar dan tidak benar-benar ingin pergi mengikuti audisinya (huufffftthh).
         Seiring berjalannya waktu, akhirnya saya menyerah untuk menyembunyikan hal ini ke orang tua saya. Saya akhirnya bercerita kalau saya mengikuti audisi Indonesian Idol di Jakarta. Dan wow amazing, ga ada larangan sedikitpun, malah mama ditelpon bilang “bagus deh, mending kamu latihan sekarang, yang bener ya de” (huuaaahh). Nah tanggapan dari papa gini “papa sih dukung-dukung aja, asalkan hati-hati dan nggak melanggar norma agama”. Semakin berat tuh apa yang saya tanggung waktu itu, niat main-main tapi malah dikasih kepercayaan.
       Audisi di kota Jakarta itu tanggakkl 25, 26, 27 Januari 2012. Sedangkan tanggal itu masih lama sekali karena saat itu baru memasuki awal bulan September 2011, dan kami yang mendaftarkan diri sempat melaksanakan ujian tengah semester terlebih dahulu. Nah, waktu ujian cukup lama, sekitar sebulan (alias buang-buang waktu, karena jadwal yang loncat-loncat) dan berakhir kisaran pertengahan Desember 2011.
          Di akhir-akhir ujian, teman saya yang ikut mendaftarkan diri ternyata punya ide lagi, tak lain dan tak bukan selain mendaftarkan diri juga untuk audisi di kota Bandung. Awalnya saya pikir itu merupakan ide gila, tapi sayangnya kali ini saya yang terkena hasutannya padahal saya sudah memastikan kalau saya sampai izin ke orang tua pasti tidak akan lancar perizinannya (maklum, anak bungsu, orang tua saya bukan over lagi tapi udah hyper super protective). Tapi akhirnya saya mendaftarkan diri untuk audisi di kota Bandung, dan kali ini benar-benar saya sembunyikan dari orang tua.
       Akhirnya kita semua semakin gencar latihan, semangat, karena audisi Bandung lebih awal yaitu tanggal 4, 5, 6 Januari 2012. Kenapa saya akhirnya mempertimbangkan bahkan bisa dibilang nekat untuk mengikuti audisi di Bandung? Karena kalau dihitung-hitung, tanggal audisi di Jakarta itu tepat saat kampus saya mengadakan ujian akhir semester, dan saya takut bentrok dan tidak bisa konsen ujian, sedangkan kalau ikut ini kan bisa dibilang saya punya cadangan.
        Tapiiiiii, hati kecil saya tetap nggakkk bisa diibohongin. Yang saya dapat cuma capek, capek, dan capek setiap selesai latihan, saya belum berhasil mengumpukan niat untuk benar-benar semangat dan sampai latihan kesekian kalinya pun saya belum bisa menentukan lagu apa yang akan saya nyanyikan nanti depan juri. Sampai akhirnya mendekati akhir Desember dan mendekati tahun baru 2012, saya tetap mempersiapkan persyaratan yaitu mempersiapkan foto seluruh badan, dan setengah badan, juga foto kopi KTP dan print nomor pendaftaran.
         Saya pergi ke studio foto langganan (sebut saja namanya Malibu) diantar mama dan abang saya (kakak ke-2). Seperti biasa, mama yang mengarahkan saya harus bagaimana-bagaimana dan abang yang selalu setia membawa kesana kemari barang perlengkapan saya. (ingat ya, mereka berdua tahunya ini foto hanya untuk audisi Jakarta). Saat ditanya mba-mbanya “ini kira-kira fotonya buat kapan ya?”, serempak mama jawab “buat pertengahan Januari mba”. (dalam hati saya deg-degan, kan audisi bandung tanggal 4, 5, 6 Januari, dan saya niat berangkat dari kosan bersama teman saya yang lain tanggakkl 4). Saat itu juga mba-mbanya mengatakan “oke fotonya udah bisa diambil ko sekitar tanggakkl 31 Desember atau nggak tanggal 1 Januari, nanti tinggalin nomor telepon terus nanti saya kabarin lagi”. (huuuufffftt, mepet coy waktunya).
          Akhirnya tiba juga waktunya buat ngambil foto. Saya dari kosan pulang ke rumah cuma buat ngambil foto, dan langsung kembali ke kosan karena waktunya udah deket. Foto saya itu ada sekian pose, dan yang dicetak ada 6 lembar, nih sebagian pose-nya..

saya bawa semua beserta CD nya, eeehhh mama nanya “ko dibawa semua de fotonya? Kan kamu cuma perlu 2? Tinggalin sini buat mama”. (seketika saya bingung harus bilang apa) tapi akhirnya saya asal ceplos bilang “nggak lah ade aja yang simpen, entar mama lupa, lagian buat persediaan ma takut diminta lebih”. Untung aja mama bilang “oh iya ya, yaudah deh bawa aja semua, kali aja kalaupun kamu ga lolos, tapi ada yang lihat foto kamu bisa diajakin casting. (hiyaaaahh mama masih aja obsesi punya anak artis, memang sih dulu saya sempat ikut agency yang menyalurkan dan melahirkan artis-artis dan sempat jadi model di majalah anak sebut saja majalah “Ina”, dan sempat diliput majalah remaja “Fantasi”, dan “Hai”, tapi itu duluuuu yaa kisaran SD-SMP, abis itu sibuk dengan prioritas saya, re : sekolah).
          Kembali ke topik. Akhirnya tiba juga hari yang kami tunggu-tunggu yaitu tanggal 4 Januari 2012. Kami semua mempersiapkan keberangkatan ke Bandung, kebetulan paginya kami harus mengikuti kuliah terlebih dahulu yang berakhir pada jam 12 siang, jadi kami berencana berangkat sekitar jam 2 siang atau yah kalau jamnya Indonesia ya paling telat berangkat jam 3. Kami berangkat menggunakan salah satu mobil dari teman kami dan supirnya adalah kakaknya sendiri (haha).
          Jeng-jeng… sebelum saya berangkat ke Bandung, tiba-tiba hp saya (panggil saja “aciku”) berdering dan OH MY GOD, itu telpon dari mama (ini hal yang paling saya herankan, kenapa mama bisa selalu merasa kalau saya kenapa-kenapa, mau sakit ataupun hal apa itu tiba-tiba beliau menelepon saya walaupun saya tidak memberitahukannya). Percakapannya lumayan panjang, yang intinya beliau menanyaan saya sedang apa dan dimana (lah kayak judul lagu ya?) dan ini nih hal yang paling saya benci tapi saya banggakan juga, saya paling tidak bisa bohong sama mama, jadi saat itu saya jawab seadanya, saya bilang lagi mau berangkat ke Bandung untuk ikut audisi, daaann……. (panjang lah ocehannya sampe tiba-tiba dimatiin teleponnya). Saya kira berakhir disitu saja, ternyata beberapa menit kemudian “aciku” bunyi lagi, dan kali ini lebih-lebih OH MY GOD, karena yang nelpon MY BIG BOSS (alias papa). “Aeubcliarfahlciruaihfncah, dvfhvhkablvifs .,,gskrguvn…” (yaaah panjanglah ocehannya juga, susah buat diceritain). Tapi hasilnya saya diizinkan untuk pergi mengikuti audisi dengan membawa serentetan persyaratan dan wejangan dari mama papa saya.

Panjang banget ya cerita saya? Bosen? Jangan dooong, namanya juga lagi curhat, temeniiiiinnn….

               Setibanya di Bandung sekitar yaaa Maghrib lah, kisaran jam 6 sampe setengah 7 malam. Tujuan utama nyari mesjid, pokonya di mobil cuma saya doang yang ribut nyuruh nyari mesjid. Setelah ketemu mesjid, solat, cuci muka, pipis, dan lainnya, kami mau langsung survey ke TKP (halah) yaitu meluncur ke Sabuga (Sasana Budaya Ganesha), setelah lihat sikon disana ternyata seperti itu, kami l angsung cari makan di sekitar Dago, dan mengadakan rapat tertutup (karena dalam mobil) yang membahas tentang dimana akan bermalam dan bagaimana rencana besok pagi untuk berangkat audisinya.
        Akhirnya kami bermalam di tempat kosan teman dari si supir (alias teman dari kakaknya teman saya itu). Alhamdulillah ibu kosannya baik sekali, sudah menyediakan 2 kamar untuk kami, yang perempuan 2 orang dapat 1 kamar, dan laki-laki 3 orang juga 1 kamar. Sedangkan si supir ikut nginep di tempat temannya. Kita tidur sekitar jam 11 malam, dan diwajibkan harus tidur agar suara dan badan fit, karena kita berniat berangkat jam 3 dari tempat kosan tersebut ke Sabuga. Jadi kami bangun jam 2 (walaupun aslinya kami susah tidur, karena tempat asing mungkin dan Bandung itu dingiiiiiiiin sekali pemirsaa). Semua serempak bangun jam 2, dan ngantri mandi bergiliran. Tumben ini tepat waktu, kami selesai jam 3 pagi dan langsung cuuusss ke Sabuga. Hanya satu yang kurang, saya paling tidak bisa kalau bangun itu tidak minum teh atau susu, jadi saya merekomendasikan untuk cari teh hangat dan roti buat isi-isi perut.
     Setibanya di Sabuga, kami di drop di sana, sambil menunggu solat Subuh, dan si supir bertugas cari sarapan yang saya rekomendasikan tadi. Kami di Sabuga sekitar pukul 4 pagi dan memang sudah banyak orang di sana, malah ada yang bermalam di emperan teras Sabuga. Akhirnya Adzan Subuh berkumandang, dan kami berlima mencari mesjid terdekat, tapi apa daya, letak mesjidnya terlalu membahayakan diri kami karena harus menyebrang jembatan yang di bawahnya jurang dengan aliran sungai cukup deras, dan cuaca sedikit gerimis. Jadinya kami memutuskan untuk solat di sekitar Sabuga saja.
          Selesai solat, kami sempat pemanasan sedikit menggunakan teknik vocalizing secara bertahap. Tak lama kemudian si supir datang membawakan teh hangat untuk kami sarapan. Kami memutuskan untuk sarapan sekaligus atur posisi antrian, jadi kami sarapan di depan pintu masuk Sabuga, tepatnya depan portal Indonesian Idol yang sudah disediakan.

Sekian jam kemudian, ya sekitar jam 7 pagi..

           Antrian sudah padat, dan akhirnya portal Indonesian Idol pun dibuka, dan kami serempak berlomba-lomba lari masuk ke dalam. Hasilnya tidak mengecewakan, karena kami berlima berhasil menjadi 100 orang pertama yang akan diaudisi (jadi tidak perlu mengantri lama). Namun tetap saja proses antrian sebelum mendapatkan nomor tempel dan angket yang harus diisi itu lama sekali sampai akhirnya saya sempat berfoto-foto, hehe.

               Tapi akhirnya sampailah saatnya kami untuk menyerahkan seluruh persyaratan dan mendapatkan nomor tempel juga angket yang harus kami isi sendiri.
          Setelah mengisi angket, ternyata dari 100 orang itu kami dibagi lagi menjadi 10 orang per kelompok, untungnya kami berlima tidak terpisah, jadilah kami 1 kelompok. Setibanya di ruangan audisi, kami duduk sesuai kelompok dan urutan yang ditentukan, lalu kami masuk ke tempat tes suara satu per satu yang besarnya kurang lebih seperti bilik pemilu, di dalamnya sudah ada 2 juri (ini masih juri lokal mungkin dari pihak idol sendiri atau dari fremantle medianya, belum juri seperti Agnes Monica, Ahmad Dhani, dan Anang).
            Detik-detik saat ingin memasuki bilik tes suara, saya biasa saja, Cuma 1 yang ada di pikiran saya, SAYA HARUS MENYANYIKAN LAGU APA?? (parah ya) ingat kan kalau saya masih belum bisa memutuskan akan menyanyikan lagu apa nanti depan juri? Nah di kepala saya berputar-putar 5 buah lagu yaitu antar Agnes-teruskanlah/rindu, Reza – berharap tak berpisah, Pingkan – dirimu dirinya, dan Winda idol – ku temukan penggantinya. Tapi the show must go on, akhirnya giliran saya masuk ke dalam bilik dan saat ditanya ingin membawakan lagu apa, ternyata yang keluar dari mulut saya ialah lagunya Reza, dan ketika disuruh menyanyi saya langsung menyanyikannya reff-nya “izinkan akuuu..uu..uu untuk terakhir kalinya, semalam saja bersamamu, mengenang asmara kita, dan aaaaakupun berharaaap semoga kita tak berpiiiisaahh dan kau maafkan kesalahan yang pernah kubuuuuuaaaattt ow ow ow yeah”. Dan juri pun tersenyum lalu berkata “terima kasih”. Akhirnya saya keluar bilik dan kembali ke teman-teman.
            Setidaknya saya sudah lega dan serasa kurang sadar sama apa yang saya lakukan itu. Akhirnya kami 1 kelompok dipanggil oleh penjaga baris agar langsung menuju ke ruangan result show. Sesampainya di ruangan tersebut, saya masih ingat perkataan dari mba-mbanya, kurang lebih seperti ini >> “hai semua, masih semangat kan??” (kami jawab “semangat”), “kok lemes sih? Harus tetap semangat ya walaupun nggak keterima?” (“iya semangat”) “oke bagus kalau tetap semangat, dan kebetulan dari kelompok ini belum ada yang lolos, silahkan semua copot nomor pesertanya, dan pintu keluarnya sebelah sana”.
            Kata teman-teman saya sih “jleb banget nggak ada yang lolos”, tapi untungnya saya mati rasa, dan saya sudah ikhlas dari awal prinsip saya ini hanya untuk cari pengalaman, kalau lolos ya syukur, kalau belum lolos ya rezeki😀.
              Kami semua langsung keluar Sabuga sekitar pukul 10 pagi, dan menelepon si supir karena beliau nggak ada di parkiran. Ternyata beliau malah jalan-jalan ke Lembang bersama temannya, jadi sambil menunggu, kami cari makan berlima.

 

Selesai makan kami bertemu si supir daaaaaaaan…panjang deh cerita kepulangannya, mendingan langsung aja yuk cerita audisi yang di Jakarta..

Tercatat tanggal 27 Januari 2012 pukul 4 pagi..

            Saya bangun dari tidur ya kurang lebih pukul segitu, selain dibangunin alarm, ada juga teman saya yang bangunin lewat telepon. Saya langsung bergegas mandi dan siap-siap sambil nunggu teman saya dari bekasi yang ingin menitipkan motor di kosan saya dan ingin berangkat bareng ke JI Expo di daerah Kemayoran. Kali ini hanya bertiga yang bareng-bareng ikut audisi Jakarta, karena ada teman yang sudah duluan audisi di hari pertama, dan ada yang menggugurkan diri lebih awal (alias males). Saya pun dari malamnya sudah terlanjur malas, tapi nggak tahu hasutan siapa yang bikin saya bangun jam 4 pagi hari itu.
            Tiba-tiba “aciku” berdering dan ternyata ada sms dari teman saya yang dari Bekasi dia bilang dia sudah sampai depan kosan saya, lalu bunyi lagi ternyata sms dari teman saya satu lagi, sudah menunggu dekat jembatan stasiun (ya sebut saja stasiun Pocin). Akhirnya saya bergegas turun (kebetulan kamar saya di lantai 2), dan teriak-teriak ngebangunin penjaga kosan supaya ngebukain pintu buat teman saya yang mau menitipkan motornya.

Zzett zzettt…

         Tiba-tiba kami sudah meluncur dari kosan dan menuju stasiun Pocin. Saya juga diantar pacar loh, sampe stasiun tapi karena dia harus kuliah hari itu. Nah, di dekat jembatan menuju stasiun saya melihat teman saya sudah menunggu sambil merokok, akhirnya kami berempat jalan menuju stasiun bersama dan tiba-tiba diguyur hujan, jadi kami bergegas dan berlari.
          Saya kurang perlengkapan karena nggak bawa payung, kebetulan pacar saya memakai jaket, beliau langsung melepaskan jaketnya dan menutupi kepala saya (pacar yang baik). Akhirnya sampai di stasiun, kami langsung membeli tiket (berharap dapat duduk walau kemungkinannya kecil), sambil menunggu kereta datang, pacar saya memaksa supaya saya membawa jaket dia (padahalkan beraat) tapi dipikir-pikir boleh jugalah dari pada nanti keujanan atau kepanasan di sana (hehe damai ya sayang😀 ). Dan akhirnya tibalah kereta yang kami nanti, saya langsung cium tangan pacar sekalian pamit, dan dia menitipkan saya ke teman saya yang berdua itu.
          Kami masuk ke kereta dan yaaah nasib nggak kebagian duduk jadi harus berdiri. Saya menitipkan jaket pacar ke teman saya yang dari Bekasi karena beliau membawa tas ransel besar sebesar badannya (loh? lebih malah, haha), dan apa yang terjadi berikutnya pemirsa??? Konyol teramat konyol mereka berdua mengaku kalau mereka bawa payung (hiyaaaaah ngobrol kek dari tadi ya).

Seeeeeeet, kami naik kereta hanya sampai stasiun Juanda, dan selanjutnya kami memilih naik taksi…

         Sesampainya di stasiun Juanda, teman saya bertanya kepada tukang ojek dimana tempat untuk menemukan taksi yang ke arah JI Expo (tapi yang namanya taksi kan perasaan bisa disuruh-suruh ya mau ke arah mana aja). Untungnya tukang ojeknya baik, beliau memberitahukan dimana kami harus berdiri menunggu taksi. Langsung deh kami memberhentikan taksi dan bilang “JI Expo pak, PRJ”. Supir taksipun langsung lanjut menyetir.
          Sesampainya di JI Expo, sayangnya kami dikerjain supir taksi, kami menyuruhnya antar kami sampai ke depan pintu JI Expo yang dibuka untuk audisi, tapi beliau menolak dan memberhentikan kami di depan pintu utama. Wow masih jauh banget pemirsa, kami berjalan menuju ke pintu 6A JI Expo, dan dari situ kami masih harus jalan lagi menuju gerbang audisi (lumayan lah pemanasan walaupun udah kepanasan duluan). Setibanya di depan gerbang audisi, hmm saya nggak seberuntung waktu di Bandung yang dapet antrian 100 orang pertama, kali ini antrian udah cukup panjang dan nggak tahu saya yang keberapa waktu itu karena kami baru tiba di sana sekitar pukul setengah 7 pagi.

Sekian jam kemudian….

       Akhirnya gerbang dibuka dan kami tetap masih mengantri menunggu giliran masuk. Proses audisi di Jakarta tidak terlalu beda dengan proses audisi di Bandung, dan kali ini saya sudah fix menyanyikan lagu dari Winda idol – ku temukan penggantinya. Bedanya dengan audisi di Bndung, audisi yang ini kami semua peserta disuruh panas-panasan dan nggak boleh pake payung karena ada shooting “Dahsyat” (tahu kan acara musik yang di RCTI itu?), dan berhubung tanggakl 27 itu adalah hari Jumat, jadi proses audisi diadakan istirahat. Teman saya yang dari Bekasi solat Jumat, sedangkan saya cari makan (belum makan dari pagi, dan maag sayapun udah kambuh). Saya cari makan, pengennya sih roti, tapi apa daya cuma ada stand mie, jadilah makan mie bareng teman saya yang non muslim.
          Kami semua kembali ke ruangan sekitar jam 1 siang, dan menanti untuk masuk ke ruangan audisi dan tes suara. Sambil menunggu di lounge-nya, kami semua dihibur dengan kehadiran Citra Idol yang menyanyikan lagu dari Tompi yaitu menghujam jantungku, yaah kira-kira suasanyanya seperti ini lah…

           

       

Kami sudah dibagi perkelompok lagi, dan syukurnya kami tetap bertiga, dan akhirnya dipanggil untuk masuk ke ruang tes suara satu per satu. Saat saya masuk ke bilik, dan ditanya mau menyanyikan lagu apa ya saya jawab lagu Winda Idol – ku temukan penggakntinya dan saya dipersilahkan menyanyi. Masih sama, saya langsung mengambil reffnya yaitu “kau hadir dalam bayangan yang tak pernah kuanggakp, kau ada di dalam bayangan semu… kau merindu dan membuaaattku jatuh kepadamu, kau menyayangku, dan buatku berkataaaa kutemukan penggakntiinyaaa..”. selesai…

           Yang membedakan lagi antara audisi Bandung dan Jakarta lagi ini saat memasuki ruang result show. Yang dipanggil langsung 5 kelompok yang berarti 50 orang, dan dari 50 orang tersebut yang diloloskan hanya 1 orang (kebetulan beliau yang lolos 1 kelompok dengan saya).
           Tibalah saatnya pulang, tapi syukur Alhamdulillah tidak ada perasaan sesal dalam hati saya, karena ya kembali lagi saya hanya mencari pengalaman, dan yang terpenting saya sudah merasakan bagaimana susahnya mencari uang (loh? Haha ya tapi bener juga kali, kan audisi itu UUD alias ujung-ujungnya duit yang dicari, hehe😀 ).
           Kami bertiga kembali pulang naik taksi sampai stasiun Juanda, dan kembali naik kereta sampai stasiun Pocin. Lalu berakhirlah sudah perjuangan saya untuk proses audisi tersebut😀

Oiya selain mengikuti audisi secara langsung, ya pasti kalian semua juga tahu kabar dong kalau Indonesian Idol mengadakan audisi online juga di tahun 2012 ini, sayapun mengikutinya, tapi sayang karena ada troubleshoot saat proses pengupload-an videonya, video saya ternyata terupload 2 kali dan saya mendapaktan 2 nomor peserta, jadi akhirnya video saya tidak diupload ke channel Indonesian Idol di website youtube oleh tim Indonesian Idolnya. Tapi video saya sudah terupload di channel youtube milik saya loh, mau tahu?? (berasa artis banget sih huek) Cari aja sendiri ya kata kuncinya saya meng-cover lagu bahasa kalbu dari Titi DJ.

Alhamdulillah, selesai juga ya saya curhatnya. Makasih ya bloggers yang setia baca postingan dari blog saya ini, semoga nggak pada bosan ya, sampai ketemu lagi di postingan berikutnyaaaa😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s